Remaja
Posted on Juli 29th, 2009 by admin in dilihatMALANG–bkkbn online : Hasil penulusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang yang menyebutkan enam penderita HIV/AIDS masih berusia antara 15-18 tahun, menyimpulkan bahwa perilaku pelajar di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) membutuhkan perhatian serius masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin, mengaku prihatin dengan adanya beberapa pelajar yang tertular HIV/AIDS. Boleh jadi tertularnya virus HIV/AIDS terhadap para pelajar melalui hubungan seks. “Saya prihatin HIV/AIDS mulai menyerang pelajar di Malang,” katanya. Jum’at (24/7).
Untuk mengantisipasi semakin merebaknya virus HIV/AIDS di kalangan pelajar, KPA Kabupaten Malang merencanakan akan menggandeng Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Departemen Agama (Depag) Kabupaten malang. Langkah yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan sosialisasi terhadap pelajar bahwa virus HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan.
Agus optimistis jika langkah yang dilakukan ini akan menuai hasil. Apalagi Depag sudah memiliki 350 penyuluh lapangan yang aktif berkeliling di sejumlah sekolah. Berdasarkan data Depag, mereka dinilai sudah terlatih melakukan pendekatan terhadap pelajar dan pemuda.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang sebagai institusi pengendali moral, juga akan dilibatkan. “Ceramah-ceramah keagamaan seperti khotbah itu kan bisa disisipi tentang bahaya virus HIV/AIDS,” kata Agus Wahyu.
Untuk meminimalisasi penularan virus HIV/AIDS di kalangan pelajar semakin terkendali, Dinkes juga mengimbau para PSK (Pekerja Seks Komersial) dan pemilik wisma di lokalisasi agar tidak melayani pelanggan pelajar. “Agar jangan terjadi penularan di kalangan pelajar. Namun kampanye pemakaian kondom juga tetap digalakkan,” ujar Agus.
Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang selama sembilan tahun ini telah mencapai 370 orang penderita. Mulai 1991 sampai 1999, dipastikan terdapat 38 penderita yang sudah meninggal. Data tersebut merupakan penderita HIV/AIDS yang sudah terdeteksi. Diperkirakan untuk penderita yang tidak terdeteksi bisa mencapai 3700 orang lebih.(sz/sbp).
http://www.bkkbn.go.id/Webs/DetailBerita.php?MyID=504
Ini salah satu contoh potret buram remaja
saya tidak setuju seorang PSK disebut sebagai “pekerja” bukan kah kita juga sebagai perkerja?
Sex adalah kebutuhan manusia dewasa yang harus disalurkan dengan benar diterapkan melalui suatu pernikahan yang sah.
“Agar jangan terjadi penularan di kalangan pelajar. Namun kampanye pemakaian kondom juga tetap digalakkan,”
apakah ini sebagai legitimasi sah nya melakukan hubungan sex? sehingga berasumsi sah melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom.
Remaja usia sekolah yang sudah melakukan sex pra nikah 63%, aborsi dilakukan tiap tahun 600.000 sampe 780.000 remaja mereka berusia antara 15-24 tahun.Hampir setengahnya 47,54% atau 17 juta remaja kehilangan masa depan.
Melihat dengan data diatas sebagai cerminan remaja ini korban gaya hidup glamour sebagai parameter yang digaungkan oleh para publik figur seperti artis dengan gaya hidupnya yang didukung oleh media masa cetak maupun elektronik serta acara-acara kontes bakat yang menjanjikan meraih mimpi ketenaran materi secara instant.
masa yang akan datang bangsa ini akan menjadi bangsa yang lemah ketergantungan kepada bangsa lain, karena kehilangan generasi pemimpin yang kuat dan tangguh pada masa akan datang.
Masyarakat pemerintah semua harus berusaha memahamkan kondisi ini agar menjadi kesadaran bersama, bahwa sekarang dibutuhkan peraturah hidup dengan sistem islam secara kaffah yang dilakukan oleh institusi negara.
Leave a Comment