Pembinaan SDM

Posted on Oktober 28th, 2009 by admin in dilihat

Pembahasan manajemen sumberdaya manusia di suatu perusahaan/syarikah sesungguhnya merupakan bagian integral dari sebuah proses pembinaan menyeluruh yang menjadi tanggung jawab manajemen perusahaan guna memastikan terbentuknya SDM yang kafa’ah (cakap dan ahli), amanah (terpercaya) dan himmatul amal (beretos kerja tinggi). Pembinaan yang dimaksud bertumpu pada tiga aspek: (1) syakhshiyyah Islamiyyah atau kepribadian Islamnya, (2) skill atau keahlian dan keterampilannya, dan (3) kepemimpinan dan kerjasama timnya.

Pembinaan Syakhshiyyah Islamiyyah

a. Pengertian Syakhshiyyah Islamiyyah

Syakhshiyah Islamiyah atau kepribadian Islam adalah perpaduan antara aqliyah Islamiyah (cara berpikir Islami) dan nafsiyah Islamiyah (sikap jiwa Islami). Aqliyah Islamiyah adalah berpikir dengan asas Islam, atau berpikir dengan menjadikan Islam satu-satunya sebagai standar umum (miqyas ‘am) bagi segala pemikiran tentang kehidupan. Sedangkan nafsiyah Islamiyah, adalah sikap jiwa yang menjadikan segala kecenderungan (muyul) berpedoman dengan asas Islam, atau sikap jiwa dengan menjadikan Islam satu-satunya sebagai standar umum (miqyas ‘am) bagi segala pemuasan kebutuhan manusia (An Nabhani, 1994).

Dalam berbagai nash Al Qur`an dan As Sunnah, akan dapat ditemukan bagaimana Islam memerintahkan para penganutnya untuk memiliki aqliyah Islamiyah, yakni memandang fakta dengan standar Aqidah Islamiyah. Misalnya, suatu saat pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW yang bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim, putera Beliau. Saat itu orang-orang mengatakan bahwa gerhana matahari terjadi karena meninggalnya Ibrahim. Maka berkatalah Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Tidaklah keduanya mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang.”

Dengan sabdanya itu, Rasulullah SAW telah membimbing cara berpikir shahabat untuk berpikir Islami, yaitu menjadikan Aqidah Islamiyah sebagai standar berpikir untuk menilai segala sesuatu. Rasulullah SAW telah mengarahkan pemikiran para shahabat untuk memandang bulan dan matahari serta segala sifat-sifatnya – seperti terjadinya gerhana pada keduanya - sebagai tanda keberadaan dan kekuasaan Allah, bukan sebagai benda yang dipengaruhi atau mempengaruhi perjalanan nasib seseorang. Dengan kata lain, Rasulullah SAW telah mengkaitkan alam semesta dengan Aqidah Islamiyah, sesuai firman Allah SWT :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang berakal”
(QS Ali Imran : 190)

Selain itu dapat dijumpai pula berbagai nash Al Qur`an dan Al Hadits yang bertujuan untuk membentuk nafsiyah Islamiyah, yaitu kecenderungan terhadap sesuatu yang selalu terkait dengan Aqidah Islamiyah. Allah SWT telah berfirman :

“Katakanlah, ’Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
(QS At Taubah : 24)

Rasulullah SAW bersabda :

“Tidak beriman (dengan sempurna) seseorang dari kalian sampai diriku lebih kalian cintai dari anaknya, bapaknya, dan semua manusia.”

“Tidaklah beriman (dengan sempurna) salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang kubawa (Islam).”
(HR. Imam Nawawi)

b. Pembentukan Syakhshiyyah Islamiyyah

Pembentukan syakhshiyah Islamiyah (takwin asy syakhshiyah Islamiyah) dalam diri seseorang ditempuh melalui 2 (dua) tahapan. Pertama, mewujudkan atau menanamkan aqidah Islamiyah kepada diri seseorang agar dia jadikan aqidah atau pandangan hidupnya. Kedua, membangun cara berpikir dan kecenderungan atas dasar Aqidah Islamiyah. Seorang muslim yang telah memiliki aqidah Islamiyah itu menjadikan aqidah Islamiyah itu sebagai landasan (qaidah) dalam melakukan proses berpikirnya sehingga dia memiliki pola berpikir Islami (aqliyah Islamiyah) sekaligus menjadikan aqidah itu sebagai landasan (qaidah) dalam mengatur dan mengendalikan tingkah lakunya serta keinginan-keinginannya (nafsiyah Islamiyah).

Setelah terbentuk syakhshiyah Islamiyah dalam diri seorang muslim bukan berarti dia terus diam berpangku tangan. Justru dia harus merawat dan membina syakhshiyah yang telah terbentuk itu. Sebab, pembentukan syakhshiyah itu sendiri bukan berarti pembentukan yang bersifat abadi yang kemudian tidak bisa berubah-ubah lagi. Tidak ada jaminan bahwa seorang muslim akan seterusnya ber-syakhshiyah Islamiyah. Faktanya, seseorang bisa saja mengalami perubahan aqidah atau penyimpangan kecenderungan. Kadang-kadang terjadi perubahan yang menyebabkan orang tersesat atau menjadi fasik lantaran dia berbuat maksiat. Karena itu, setiap detik dalam hidupnya seorang muslim harus terus memperhatikan dan mempertahankan cara berpikir dan kecenderungan atas dasar Aqidah Islamiyah.

Maka, jadikan perusahaan kita benar-benar sebagai wahana untuk menggapai bisnis yang penuh ‘berkat’ dan berkah, salah satunya dengan memastikan seluruh karyawan kita memiliki kepribadian Islam. Insya Allah.

Sumber : SEM Institute, Strategic and Marketing Research, Training and Consulting
dari buku Menggagas Bisnis Islami tulisan M Ismail Yusanto dan M Karebet Widjajakusuma

Catatan :
Hak cipta milik Allah Swt, karenanya jika dalam tulisan ini terdapat kebenaran dan kemaslahatan, maka dianjurkan untuk menyebarluaskannya sebagai amal jariyah. Tanpa perlu izin dari penulisnya. Jazakallahu

Poligami

Posted on September 29th, 2009 by admin in dilihat

poligami

Poligami Club” Tuai Kontroversi di Malaysia

Peluncuran sebuah klub untuk mempromosikan poligami telah menghidupkan kembali perdebatan tentang isu panas di kalangan Muslim Malaysia. Para pendukung poligami mengatakan bahwa poligami justru untuk menolong para wanita dan menghindari adanya perzinahan sedangkan kubu yang kontra poligami mengatakan hal tersebut lebih merupakan sebuah perbuatan yang melanggar hak-hak perempuan.

“Kami ingin mengubah cara orang melihat poligami, sehingga poligami akan terlihat sebagai sesuatu yang indah dan bukan sesuatu yang menjijikkan,” kata Hatijah Aam, pendiri dari “Poligami Club”, kepada The Canadian Press pada hari Senin kemarin.

“Apa yang salah dengan berbagi suami? Aku sudah melakukannya selama hampir 30 tahun. “

Klub yang memiliki 300 suami dan 700 istri, bertujuan untuk membantu para ibu tunggal, mantan pelacur dan wanita yang telah berumur namun belum menikah.

Pendiri berharap proyek ini akan memberikan contoh rumah tangga yang bahagia untuk melawan aktivis hak-hak perempuan yang mengatakan beberapa pasangan dan anak-anak menderita dalam perkawinan poligami.

“Beberapa orang memperlakukan poligami sebagai bahan tertawaan karena mereka tidak sepenuhnya memahami hal itu,” kata seorang suami Ikramullah Hatijah, yang berprofesi sebagai pengusaha.

“Tapi bagi sebuah komunitas yang mempraktekkan hal itu akan tahu bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh.”

Kartini Maarof, seorang pengacara, percaya bahwa poligami dapat melayani seorang ibu yang bercerai dengan baik.

Satu dekade yang lalu, ia telah mengatur pernikahan suaminya dengan seorang kliennya yang telah bercerai, seorang ibu dengan tujuh orang anak.

“Tentu saja pada awalnya anda akan kehilangan suami anda dan ada perasaan berkompetisi dan kecemburuan yang mendalam,” kata Kartini.

“Tapi setelah beberapa saat, anda mencoba untuk menjadi teman dan Anda akan belajar bagaimana saling berbagi masalah satu sama lain.”

Poligami merupakan hal yang legal bagi umat Islam.

“(Poligami) adalah sebuah budaya yang tidak dianjurkan dalam masyarakat kami,” kata Shahrizat Abdul Jalil, menteri perempuan Muslim yang bertanggung jawab atas kebijakan keluarga.

Oposisi

“Sisters in Islam”, sebuah kelompok advokasi berkampanye menentang poligami, sambil membantah argumen masyarakat yang pro-poligami.

“Jika orang memilih untuk monogami, ada cukup pria untuk setiap wanita,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Sharifah, 42 tahun, eksekutif bisnis, merupakan salah satu contoh.

Dia punya pengalaman pribadi dengan masalah poligami ketika suaminya 15 tahun yang lalu menceritakan berencana menikahi seorang ibu dari tiga yang telah bercerai.

“Saya merasa seperti dongeng saya telah berakhir,” kata Sharifah, seorang ibu dari dua anak ini mengenang.

“Dia adalah belahan jiwaku … Saya tak percaya hal itu terjadi. Lalu saya mulai berteriak kepadanya.”

Suami akhirnya menyerah untuk memiliki istri kedua setelah mengalami beberapa konseling perkawinan.

“Perempuan harus tetap berdiri. Kita harus lebih progresif. Kita tahu hak-hak kita,” kata Sharifah.

“Saya tidak akan masuk ke dalam perkawinan poligami. Saya tahu saya pantas menerima yang lebih baik.”

Islam melihat poligami sebagai jawaban yang realistis untuk beberapa kesengsaraan sosial seperti perkara perzinahan dan menyelamatkan kondisi hidup seorang janda atau seorang perempuan yang diceraikan.

Seorang Muslim yang mencari istri kedua atau istri ketiga bagaimanapun harus dipastikan dapat memperlakukan mereka semua secara adil dan setara.(fq/iol)

eramuslim.com

Laki-laki sejati

Posted on Agustus 10th, 2009 by admin in nikmati

suatu kewajiban bagi yang telah wajib menjalankannya,
biarlah peluh dan letih kepenatan mengiringi hari ini dan selanjutnya, kelak semua itu akan
menjadi saksi dihadapan Allah SWT,
bersama tungkai kaki yang kaku, otot yang mengeras, pundak yang berat, kepala yang berputar
terus berfikir, bathin yang merintih menghadapi semua beban kerja mencari nafkah untuk keluarga
tercinta yang harus dipenuhi.

Doa anak dan istri iringi sepanjang jarak tempuh dalam perjalanan “hati-hati dijalan ya . . . ! “
juga perlindungan malaikat hingga tiba kembali di tengah keluarga, tiada balasan yang pantas
selain dengan senyuman manis keluarga penuh kebagiaan.

untuk Bapak-bapak kita, laki-laki, suami-suami.

Remaja

Posted on Juli 29th, 2009 by admin in dilihat

MALANG–bkkbn online : Hasil penulusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang yang menyebutkan enam penderita HIV/AIDS masih berusia antara 15-18 tahun, menyimpulkan bahwa perilaku pelajar di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) membutuhkan perhatian serius masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin, mengaku prihatin dengan adanya beberapa pelajar yang tertular HIV/AIDS. Boleh jadi tertularnya virus HIV/AIDS terhadap para pelajar melalui hubungan seks. “Saya prihatin HIV/AIDS mulai menyerang pelajar di Malang,” katanya. Jum’at (24/7).

Untuk mengantisipasi semakin merebaknya virus HIV/AIDS di kalangan pelajar, KPA Kabupaten Malang merencanakan akan menggandeng Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Departemen Agama (Depag) Kabupaten malang. Langkah yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan sosialisasi terhadap pelajar bahwa virus HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan.

Agus optimistis jika langkah yang dilakukan ini akan menuai hasil. Apalagi Depag sudah memiliki 350 penyuluh lapangan yang aktif berkeliling di sejumlah sekolah. Berdasarkan data Depag, mereka dinilai sudah terlatih melakukan pendekatan terhadap pelajar dan pemuda.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang sebagai institusi pengendali moral, juga akan dilibatkan. “Ceramah-ceramah keagamaan seperti khotbah itu kan bisa disisipi tentang bahaya virus HIV/AIDS,” kata Agus Wahyu.

Untuk meminimalisasi penularan virus HIV/AIDS di kalangan pelajar semakin terkendali, Dinkes juga mengimbau para PSK (Pekerja Seks Komersial) dan pemilik wisma di lokalisasi agar tidak melayani pelanggan pelajar. “Agar jangan terjadi penularan di kalangan pelajar. Namun kampanye pemakaian kondom juga tetap digalakkan,” ujar Agus.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang selama sembilan tahun ini telah mencapai 370 orang penderita. Mulai 1991 sampai 1999, dipastikan terdapat 38 penderita yang sudah meninggal. Data tersebut merupakan penderita HIV/AIDS yang sudah terdeteksi. Diperkirakan untuk penderita yang tidak terdeteksi bisa mencapai 3700 orang lebih.(sz/sbp).
http://www.bkkbn.go.id/Webs/DetailBerita.php?MyID=504

Ini salah satu contoh potret buram remaja
saya tidak setuju seorang PSK disebut sebagai “pekerja” bukan kah kita juga sebagai perkerja?
Sex adalah kebutuhan manusia dewasa yang harus disalurkan dengan benar diterapkan melalui suatu pernikahan yang sah.

“Agar jangan terjadi penularan di kalangan pelajar. Namun kampanye pemakaian kondom juga tetap digalakkan,”
apakah ini sebagai legitimasi sah nya melakukan hubungan sex? sehingga berasumsi sah melakukan hubungan sex dengan menggunakan kondom.

Remaja usia sekolah yang sudah melakukan sex pra nikah 63%, aborsi dilakukan tiap tahun 600.000 sampe 780.000 remaja mereka berusia antara 15-24 tahun.Hampir setengahnya 47,54% atau 17 juta remaja kehilangan masa depan.
Melihat dengan data diatas sebagai cerminan remaja ini korban gaya hidup glamour sebagai parameter yang digaungkan oleh para publik figur seperti artis dengan gaya hidupnya yang didukung oleh media masa cetak maupun elektronik serta acara-acara kontes bakat yang menjanjikan meraih mimpi ketenaran materi secara instant.

masa yang akan datang bangsa ini akan menjadi bangsa yang lemah ketergantungan kepada bangsa lain, karena kehilangan generasi pemimpin yang kuat dan tangguh pada masa akan datang.
Masyarakat pemerintah semua harus berusaha memahamkan kondisi ini agar menjadi kesadaran bersama, bahwa sekarang dibutuhkan peraturah hidup dengan sistem islam secara kaffah yang dilakukan oleh institusi negara.

tempat kerja

Posted on Mei 28th, 2009 by admin in rasakan

Beberapa bulan lalu dalam rapat bulanan di tempat kerja ada ungkapan “mari kita buat tempat ini seperti dirumah” pernyataan dari salah seorang peserta rapat. Dalam sebuah keluargapun antara orang tua dengan anak, adik atau kakak, kadang berbeda pendapat, sampai kapanpun itu masih saudara kandung, akan seperti apa sikap kita? ketika berbeda pendapat dalam persaudaraan di lingkungan kerja, masyarakat, pendidikan, organisasi.

Ada celotehan yang terucap begitu saja entah tanpa proses berfikir tetapi jika ditelaah dengan seksama dan lebih bijak ini ada benarnya, mengapa tempat yang kita anggap seperti di rumah ini sebagian penghuninya tidak merasa nyaman, tempat ini telah dicampuri segala macam aktifitas lain yang benang merahnya sebagai tempat mencari nafkah yaitu bekerja, melihat kondisi yang ada serba pas-pas’an, ruangan jika hujan turun ada luapan dari saluran air, aroma masak makan siang, toilet, tempat sholat dan fungsi lainnya, yang terpenting keamanan alat kerja yang ada karena kita pernah kehilangan monitor dan laptop.

Masih banyak yang dilakukan dalam tataran aturan hidup kita melanggarnya, ditempat ini dapat berbuat apa saja, dapat berbuat dalam kebaikan atau keburukan, bagaimana penghuninya saja ketika salah satu penghuni melanggar aturan yang ada, bagaimana dengan penghuni yang lain? apakah kita menjaganya? Mungkin diperlukannya kontrol dari apa yang dilakukan dengan parameter alat ukurnya jelas bukan hanya prestasi dari proses pembelajaran tetapi budi pekerti dalam hidup sehari-hari.

kamera

Posted on April 23rd, 2009 by admin in nikmati

null

Shubuh yang masih terasa dingin ringtone berdering, D.Kusmanto menayakan “kang sudah siap berangkat?” tentu saja jawabku, walau beberapa suap oleh istri masih dimulut untuk melumatkan sarapan.

Berangkat dengan berboncengan sepeda motor dengan penuh semangat dikejutkan dengan ban belakang pecah hingga terjadi oleng pada saat itu kecepatan cukup tinggi, ini bagian perjuangan kang! celotehnya sambil mencari tambal ban terdekat. Karena kami harus datang tepat waktu sehingga memutuskan untuk ganti ban dalam motor dengan yang baru.

Tiba di lokasi bergegas cek tempat untuk mengambil sudut objek yang telah disediakan oleh panitia acara, cek kamera yang resolusinya tinggi penguasaan terhadap kamera sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan yang disebabkan oleh kameramen maupun alat itu sendiri. seperti seorang kameramen profesional saja semoga saja sambil tersenyum. Waktu terus bergulir semua sudah siap dan acarapun segera dimulai, oke take kemera on

Dalam pengambilan objek disebuah acara konsentrasi tinggi sangat diperlukan fokus pada acara fleksibilitas tiap momen agar menghasilkan sebuah tayangan yang menarik untuk dinikmati audien yang hadir dalam sebuah talkshow, semua terekam baik sebelum masuk ruang editor.

Acara belangsung selama kurang lebih 5 jam dengan segala persiapan teknis kamera, didukung tata ruang yang rapih menjadikan acara berjalan lancar, bagian terpenting inti dari acara tersebut tersampaikan kepada para audien yang hadir. Semoga ini menjadi salah satu langkah maju untuk memperkaya pengalaman yang berbeda.

dalam hidup

Posted on April 22nd, 2009 by admin in nikmati

Sore kemarin pertanda hari itu telah berlalu yang telah kita isi semua dengan berbagai kesibukan dimulai dari yang wajib,sunah fardu hingga yang mubah, sampai terasa begitu letih, badan sakit pegal kini hanya tinggal mata yang meredup sangat berat, mengendurnya pembuluh darah, pompa jantung pelan dan organ tubuh semua tenang, jaringan otak perlahan stop keluarkan zat untuk konsentrasi berganti dengan alirkan anti strees yaitu tanpa sadar tertidur. Semua terjadi secara otomatis hebat, kecuali insomnia.
Suatu saat nanti kelak tangan dan kaki akan menjadi saksi keletihan, kelelahan dihadapan tuhan, setiap peluh seorang pencari nafkah akan menjadi saksi dinaungi keberkahan semoga saja disempurnakan apa yang sudah kita upayakan oleh tuhan, dari niat yang belum lurus hingga banyak salah dalam ikhtiar mengembalikan yang bukan haknya seperti piring tetangga, atau penghapus teman, baik yang disengaja maupun tidak dan masih banyak yang lainnya,
Berapa banyak air susu para ibu yang direguk bayinya? satu hisapan sama dengan satu kebaikan, maka berbahagialah bagi para ibu yang menyusui, Kelak generasi yang akan datang dalam kecerdasan dimasa dewasanya sebanding dengan keringat yang dikeluarkan sesorang ketika menjadi anak-anak.

tanyakanlah pada ibu anda apakah pada masa kecil ASI saya cukup?
dalam hal ini hingga berumur 2 tahun.

terlahir kembali

Posted on April 1st, 2009 by admin in nikmati

Aku ini jauh dari sempurna, tapi tetap hambaMukan? sempurnakanlah kami agar dapat saling memahami, mengenal, menjaga perasaan, hingga tidak ada yang tersakiti.

Suatu ketika harus menjadi pemegang kendali suatu urusan yang menyangkut orang banyak diamanahi titipan untuk dikelola dengan baik, baik itu berupa benda mati maupun yang bernyawa tanpa ilmu pengalaman lingkungan yang mendukung semua itu terasa berat perjuangan menjalaninya.

setidaknya aku akan menjadi pemimpin rumah tangga yang tidak akan lama lagi ada anggota baru si buah cinta kami sebagai amanah yang tak ternilai dariNya, suatu hari nanti akan ditanyakan kembali “ke arah manakah meraka akan engkau bawa”? sudahkah kita menunjukan arah jalan yang akan mereka tuju? sudahkah kita memberikan bekal untuk perjalanan mereka? dari manakah bekal itu kita dapatkan? dengan cara apa kita mendapatkannya? pertanyaan demi pertanyaan selalu menghinggapi seisi ruang kepalaku yang sudah harus segera di upgrade atau install ulang dengan yang lebih baru, semua itu segera terjadi dengan perlahan dan aku akan merasa menjadi orang yang terlahir kembali seperti si buah hati nanti, sehingga kami sama-sama menapaki kehidupan yang baru bersama.

Akan seperti apakah seseorang dikemuadian hari? pernah ku mendengar itu pertanyaan, jawabannya kita lihat saja apa yang dilakukannya sekarang.

Kini semakin tahu arah hidup ku dengan membangun poros individu yang kuat, karena tak ingin lagi membuang waktu dengan tidak bermanfaat. Masa lalu akan menjadi cerminan pada hari ini untuk menatap masa depan sama hal nya dengan dari manakah kita? sedang berbuat apa sekarang? dan akan kemana?  bagiku pertanyaan mudah dijawab akan tetapi itu semua memerlukan kesungguhan, keteladanan, pengalaman, kesabaran serta waktu sedikit lama karena aku harus membangunnya dari awal yang dimana selama ini terasa jauh dari kelayakan orang hidup ketika disuguhkan dengan pertanyaan-pertanyaan itu.

jalan dakwah

Posted on Februari 10th, 2009 by admin in nikmati

daun yang kering berguguran di pohon dakwah terjadi dalam rentang waktu tertentu, tetapi pohon dakwah itu tidak pernah kehabisan cara untuk menumbuhkan tunas barunya, daun yang gugur tercatat dalam sejarah yang manis selalu dikenang walaupun tak lebih menjadi kumpulan sampah. Tidak ada salahnya dengan memilih hidup dijalan dakwah, bukan suatu kesalahan berjalan beriringan, dapat dikatakan sebuah kesalahan adalah ketidaksabaran dalam berjuang dalam menempuhnya.

berat amanah ini menjadi satu titian dalam menuju surga yang abadi amin.

semoga

pelatihan itu

Posted on Januari 27th, 2009 by admin in dilihat

Akhir tahun 2008 sebagian Myindo disibukan dengan keliling kota dalam pekerjaan institusi pemerintah, saya pernah merasakan pekerjaan ini walau hanya satu tempat saja, akhir tahun yang sangat padat hingga tidak mungkin keluar kantor untuk waktu 2 atau 3 hari dalam tiap kotanya, mungkin rezeki saya saat ini harus mengurusi sebagai calon orang tua yang baik dengan istri bagi anak saya nanti.  Walau ada emosional tersendiri dengan pekerjaan ini mudah-mudahan buat saya ada ditahun akan datang.